Surabaya, Indonara – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 di Jawa Timur akan dilaksanakan secara serentak mulai hari ini, Senin, 14 Juli 2025. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memastikan kegiatan ini akan berlangsung tanpa unsur kekerasan atau perpeloncoan, serta menekankan pada penguatan karakter dan semangat belajar.
Ribuan siswa-siswi SMA/K dan SLB se Surabaya antusias memeriahkan kegiatan MPLS bersama di SMKN 5 Surabaya, Senin (15/7/2024).
Dalam keterangannya, Aries menegaskan bahwa pihaknya tidak menetapkan aturan ketat terkait penggunaan seragam bagi peserta didik baru selama MPLS.
“Tidak ada kewajiban memakai seragam SMA, SMK atau SLB. Mereka kami bebaskan menggunakan seragam SMP asal,” katanya, Minggu (13/7/2025).
Untuk seragam baru, wali murid dipersilakan membeli di koperasi sekolah atau toko seragam yang tersedia. Aries juga memastikan bahwa atribut-atribut yang tidak relevan dan praktik perpeloncoan telah dihapus dari seluruh rangkaian MPLS.
“Para murid tidak lagi menggunakan atribut aneh atau mengalami perpeloncoan. Sebaliknya, dengan MPLS Ramah, para murid akan mengikuti kegiatan yang menyenangkan, positif, serta berkarya,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada arahan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang menekankan pentingnya pendekatan yang ramah, edukatif, serta membentuk karakter positif siswa sejak awal masa sekolah.
“Melalui MPLS ini, pengembangan, penelusuran, dan pemanduan minat bakat anak akan dilakukan sejak minggu pertama pembelajaran di sekolah,” tambahnya.
Lebih jauh, MPLS kali ini juga menjadi momentum penting dalam proses adaptasi siswa terhadap lingkungan dan budaya sekolah. Aries menyebut, kegiatan ini akan diisi dengan berbagai aktivitas edukatif yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, perlindungan anak, serta penguatan karakter.
“Mereka akan dikuatkan tentang aktivitas 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Tidak ada aturan khusus. Kita mengacu semua pada panduan dan aturan Kemendikdasmen,” jelasnya.
Selain itu, MPLS 2025 juga akan dirancang sebagai sarana untuk mengedukasi para siswa tentang bahaya penyimpangan sosial yang kian marak. Materi sosialisasi akan mencakup pencegahan pornografi, penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), serta fenomena judi online yang kini banyak menyasar kalangan remaja. Kegiatan ini juga akan disertai pengenalan Empat Pilar Kebangsaan.
Seluruh satuan pendidikan diimbau memegang enam prinsip utama dalam pelaksanaan MPLS, yakni ramah, edukatif, efektif dan efisien, inklusif, partisipatif, serta fleksibel. Dengan pendekatan ini, MPLS diharapkan dapat menjadi ruang pembuka bagi siswa baru untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, menyenangkan, dan penuh inspirasi sejak hari pertama.