
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Oleh Soleh saat rapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (Foto: dpr.go.id)
Jakarta, Indonara - Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh mengecam keberadaan bandara yang beroperasi di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah, tanpa melibatkan otoritas resmi pemerintah.
Ia menilai operasional bandara tersebut sebagai bentuk kelalaian serius yang dapat mengancam kedaulatan negara.
Oleh menegaskan tidak ada satu pun aparat pemerintah, baik otoritas penerbangan, Bea Cukai, maupun Imigrasi, yang dapat masuk untuk melakukan pengawasan di area bandara tersebut.
Kondisi ini, menurutnya, merupakan pelanggaran prinsip dasar pengelolaan wilayah udara dan perbatasan negara.
“Tidak ada bandara yang boleh beroperasi tanpa melibatkan negara. Jika ada bandara yang berjalan sendiri tanpa pengawasan pemerintah, itu sama saja dengan ada negara dalam negara. Hal seperti itu tidak boleh terjadi,” kata Oleh Soleh dalam keterangannya, dikutip Minggu (30/11/2025).
Ia meminta pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, serta aparat pertahanan dan keamanan, untuk segera mengambil langkah hukum dan tindakan penertiban terhadap operasional bandara tersebut.
“Ini harus diusut tuntas. Pemerintah tidak boleh ragu untuk menindak tegas siapa pun yang mengoperasikan fasilitas strategis tanpa otoritas negara. Kedaulatan adalah harga mati,” ujarnya.
Politisi Fraksi PKB itu menegaskan, keberadaan bandara tanpa pengawasan negara bukan hanya melanggar regulasi penerbangan sipil, tetapi juga membuka potensi ancaman terhadap keamanan nasional, termasuk penyelundupan barang, mobilitas orang tanpa kendali, hingga berbagai aktivitas ilegal yang tidak dapat diawasi pemerintah.
Oleh menyatakan Komisi I DPR RI akan meminta penjelasan resmi dari kementerian terkait serta mempertimbangkan melakukan kunjungan kerja ke Morowali untuk memastikan kondisi lapangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya merespons soal polemik bandara di kawasan industri PT IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Jokowi menegaskan dirinya tak pernah meresmikan Bandara IMIP yang belakangan bermasalah karena tidak memiliki perangkat negara seperti bea cukai dan Imigrasi.
"Saya tidak pernah meresmikan bandara IMIP. Yang saya resmikan dulu itu Bandara Maleo, masih di Morowali juga,” ujar Jokowi seperti dikutip Inilahjateng, Sabtu (29/11/2025).
Jokowi mengakui tidak mengingat dengan pasti tahun peresmian Bandara Maleo. Namun dia menegaskan bandara IMIP merupakan fasilitas milik swasta yang tidak pernah ia resmikan.
Selain itu, Jokowi nampak sedikit jengkel dengan berbagai fitnah dan tudingan negatif yan diarahkan kepadanya.
“Semua hal yang tidak baik selalu ditarik ke saya,” katanya.