![]() |
| Istimewa. |
Semarang, Indonara - Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang terus mengubah pola hidup masyarakat, keberadaan pesantren mahasiswa kerap dipertanyakan relevansinya. Namun, Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang menjawab keraguan tersebut melalui penyelenggaraan Haflah Akhirussanah dan Wisuda Santri Angkatan 2022 bertajuk Generation Lead of Wisdom, Faith, Achieve, Solidarity and Community (GLOWFASCO).
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Senin (01/06/26), menjadi momentum penting bagi para santri yang telah menempuh proses pendidikan selama kurang lebih tiga setengah tahun. Acara ini tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban pendidikan pesantren kepada masyarakat dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkarakter, berilmu, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Besongo, dan lagu Kerasan Mondok. Suasana khidmat semakin terasa dengan kehadiran Pengasuh Utama Pondok Pesantren Darul Falah Besongo, Prof. Dr. K.H. Imam Taufik, M.Ag., dan Prof. Dr. Arikhah, serta sejumlah ulama dan tokoh pesantren, di antaranya K.H. Ahmad Badawi Basyir, K.H. Abdus Salam Sohib Bisyri, dan Prof. Dr. K.H. Muhammad Roghib, M.Ag.
Dalam kesempatan tersebut, Lurah Pondok Besongo, Jihan Siti Afifah, menyampaikan laporan evaluasi dan capaian pendidikan santri. Ia menegaskan bahwa kelulusan para santri merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan dan komitmen pesantren dalam menjaga mutu pendidikan.
Sejak berdiri hampir dua dekade lalu, Pondok Pesantren Darul Falah Besongo konsisten mengembangkan model pendidikan yang mengintegrasikan pendalaman ilmu keislaman dengan penguatan keterampilan hidup. Pesantren ini berkomitmen mencetak santri yang berakhlakul karimah, memiliki wawasan keagamaan yang moderat, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern tanpa meninggalkan prinsip tafaqquh fiddin.
Konsep pendidikan yang diterapkan Besongo menekankan keseimbangan antara penguasaan ilmu-ilmu keislaman klasik dan kemampuan menghadapi perkembangan zaman. Santri tidak hanya dibekali pemahaman kitab kuning dan tradisi pesantren, tetapi juga didorong untuk mengembangkan kemampuan intelektual, kepemimpinan, literasi digital, dan keterampilan sosial.
Pembentukan karakter santri dilakukan melalui empat nilai utama, yaitu berpikir cerdas, bekerja keras, bersabar dalam proses, dan ikhlas dalam berjuang. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam mencetak generasi yang siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara.
Di tengah modernisasi sistem pendidikan, Pondok Pesantren Darul Falah Besongo tetap menjaga keterhubungan sanad keilmuan dengan Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo, Kudus. Hubungan tersebut diwujudkan melalui tradisi riyadhah, mujahadah, dan penguatan nilai-nilai kepesantrenan yang diwariskan para masyayikh.
Kehadiran K.H. Ahmad Badawi Basyir dalam acara haflah menjadi simbol kuat terjaganya kesinambungan sanad keilmuan tersebut. Dengan demikian, berbagai inovasi pendidikan yang diterapkan di Besongo tetap berada dalam koridor tradisi keilmuan pesantren yang autentik.
Model pendidikan ini menjadikan Besongo sebagai representasi pesantren modern yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan akar tradisinya.
Sebanyak 86 santri resmi diwisuda pada Haflah Akhirussanah tahun ini. Para lulusan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Pati, Kudus, Pemalang, Grobogan, Temanggung, Wonosobo, Banyumas, Jepara, Kendal, Malang, dan Gresik. Selain itu, terdapat pula santri yang berasal dari Banten, Sumatera Selatan, Lampung, hingga Kalimantan Barat.
Keberagaman asal daerah tersebut menunjukkan bahwa Besongo telah menjadi ruang pembelajaran lintas budaya yang memperkuat semangat persatuan dalam bingkai kebangsaan.
Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan pelantikan Generasi Alumni Besongo (GEMA Besongo) sebagai wadah pengabdian dan penguatan jejaring alumni. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pesantren untuk memastikan kontribusi para lulusan tetap berlanjut di tengah masyarakat.
Melalui semangat “Santri Berdaya”, para lulusan diharapkan mampu menjadi penjaga nilai-nilai moral sekaligus agen perubahan yang mendorong kemajuan daerah dan bangsa.
Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Darul Falah Besongo 2026 menjadi bukti bahwa pesantren mahasiswa tetap relevan di tengah dinamika zaman. Selama 18 tahun, Besongo telah menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi keilmuan, memperkuat karakter santri, dan melahirkan generasi yang siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara.
Dengan menjaga sanad keilmuan sekaligus membuka ruang transformasi, Pesantren Besongo terus meneguhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang mampu menjawab tantangan masa depan tanpa meninggalkan akar tradisinya.
