![]() |
| Ketua KADIN Surabaya, Ali Affandi L.N.M. |
Surabaya, Indonara - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya meminta PT PLN (Persero) untuk menyampaikan informasi dan jadwal pemadaman listrik secara lebih awal, rinci, serta mudah diakses oleh masyarakat dan pelaku usaha.
Ketua KADIN Surabaya, Ali Affandi L.N.M., mengatakan permintaan tersebut muncul setelah sejumlah wilayah di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik kerap mengalami gangguan pasokan listrik dalam dua pekan terakhir. Pemadaman terjadi pada waktu yang berbeda-beda dan sebagian besar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
“Kami berharap ada penyampaian informasi dan jadwal pemadaman secara lebih awal, rinci, dan mudah diakses oleh masyarakat maupun pelaku usaha,” ujar Ali Affandi di Surabaya, Senin.
Menurutnya, sejumlah kawasan mengalami pemadaman listrik secara mendadak dengan durasi antara dua hingga lima jam. Gangguan tersebut terjadi pada berbagai waktu, mulai pagi, siang, sore, hingga malam hari.
Ali menilai kondisi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan usahanya.
“Pelaku usaha seperti penjual makanan beku (frozen food), jasa laundry, katering, dan berbagai usaha lainnya sangat bergantung pada ketersediaan listrik. Pemadaman yang terjadi tanpa informasi sebelumnya tentu merugikan mereka,” katanya.
Selain meminta transparansi terkait jadwal pemadaman, KADIN Surabaya juga mendorong PLN untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik, terutama di kawasan industri, sentra UMKM, pusat perdagangan, pasar tradisional, serta berbagai fasilitas publik strategis.
Lebih lanjut, Ali meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem ketenagalistrikan, mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga mekanisme mitigasi gangguan yang selama ini diterapkan.
“Kami ingin adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembangkitan, transmisi, distribusi, dan mekanisme mitigasi gangguan agar kejadian serupa dapat diminimalkan,” ujarnya.
KADIN Surabaya juga mendorong percepatan pemanfaatan energi alternatif dan energi terbarukan melalui berbagai skema insentif yang dapat diakses oleh pelaku usaha. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu sumber pasokan listrik.
Selain itu, Ali menegaskan pentingnya penguatan koordinasi antara PLN, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam mengantisipasi dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat gangguan pasokan listrik.
“Kami berharap ada sinergi yang lebih kuat antara PLN, pemerintah daerah, dan dunia usaha agar dampak ekonomi dari gangguan pasokan listrik dapat diminimalkan,” katanya.
KADIN Surabaya berharap berbagai langkah tersebut dapat segera direalisasikan guna menjaga stabilitas aktivitas ekonomi dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun pelaku usaha di wilayah Surabaya Raya.
