![]() |
| Foto bersama Founder Komunitas Halaman Ketiga Siti Zullaicha (tengah/depan) bersama para peserta Soft Launching Book Club |
Hal itu disampaikan Siti Zullaicha dalam kegiatan Soft Launching Book Club bertema "Buku Favoritku" yang digelar di Cafe Raluna, Paiton, Probolinggo, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, Halaman Ketiga yang bertagline "Merawat Bacaan, Menghidupkan Gagasan" bukan sekadar komunitas membaca, melainkan ruang terbuka bagi siapa saja yang ingin membangun lingkar pertemanan melalui budaya literasi.
"Rasa ingin mencari teman tentang buku, pasca kita baca dan ingin kita obrolin," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa komunitas tersebut dibangun untuk mewadahi masyarakat yang ingin bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat serupa terhadap buku. Selain membaca, anggota juga diajak mendiskusikan isi buku agar pemahaman yang diperoleh semakin mendalam.
"Halaman Ketiga ini ruang untuk siapa saja, ruang kepada teman-teman untuk mencari circle dalam membaca dan mendiskusikan buku," katanya.
Siti Zullaicha menilai keberhasilan literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca semata. Menurutnya, seseorang baru benar-benar memahami sebuah bacaan ketika mampu menceritakan kembali isi buku tersebut kepada orang lain.
"Literasi itu berhasil ketika kita bisa menceritakan apa yang kita baca. Kalau sekadar baca, beberapa menit kita akan lupa. Tapi jika didiskusikan, secara otomatis kita bisa mengingatnya," jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk tidak membedakan buku berdasarkan tingkat kesulitannya. Baginya, setiap buku memiliki karakter dan nilai yang dapat dipelajari oleh pembacanya.
"Tidak ada buku ringan, semua buku memiliki karakteristik tersendiri," tegasnya.
Ia menambahkan, setiap buku yang mampu memberikan tambahan pengetahuan kepada pembaca lahir melalui proses yang panjang. Di balik sebuah karya, terdapat riset dan usaha yang tidak sederhana sehingga patut dihargai oleh setiap pembaca.
"Buku yang dapat memberikan tambahan pengetahuan kepada pembacanya tentu melalui proses panjang, riset demi riset, yang tentu tidak mudah," ujarnya.
Dalam kegiatan Soft Launching Book Club tersebut, para peserta tidak hanya berdiskusi mengenai buku favorit masing-masing, tetapi juga saling berkenalan untuk membangun jejaring komunitas. Mereka turut berbagi pengalaman membaca serta memberikan tanggapan mengenai buku-buku terbaru yang sedang mereka baca.
Melalui Halaman Ketiga, Siti Zullaicha berharap budaya membaca tidak berhenti sebagai aktivitas individu, tetapi berkembang menjadi ruang dialog yang mampu memperkaya wawasan sekaligus mempererat jejaring antarpecinta literasi.

