Muhammad Yunus: Pendidikan NU Harus Mampu Melahirkan Manusia Ulul Albab

(Dr. Muhammad Yunus, M. Pd) Wakil Sekretaris PCNU Kota Malang dan Warek III Unisma
Probolinggo, Indonara - Indonara Media bersama Lentera Institute mengadakan webinar nasional menuju perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang bertajuk "Mencerdaskan umat, membangun peradaban: pendidikan NU sebagai jawaban atas krisis kualitas SDM Indonesia" melalui zoom meeting pada hari Rabu, 22 Juli 2026.

Narasumber dalam kegiatan ini yakni Dr. Muhammad Yunus, Wakil Rektor III Universitas Islam Malang. Dia memulai penyampaian dengan mengatakan bahwa Indonesia hari ini menghadapi adanya bonus demografi. Dia melanjutkan, bahwa kita harus menjawab adanya bonus demografi di Indonesia sebagai anugerah bukan sebagai malapetaka yakni dengan mempersiapkan pendidikan sebaik mungkin.

"Pendidikan yang seperti apa? Tentu pendidikan yang pintar yang benar, itu yang harus kita hasilkan. Jadi, manusia yang memiliki kecakapan dalam hal ini keterampilan. Keterampilan itu apa? Keterampilan adalah kemampuan kita untuk mengoptimalkan fungsi tubuh kita, tangan kita, kaki kita, mata kita, mulut kita, pendengaran kita, bisa kita optimalkan setinggi-tingginya, seluas-luasnya," jelasnya. 

Menurut Wakil Sekretaris PCNU Kota Malang ini, setiap orang memiliki potensi yang sama akan keterampilannya. Tapi, tentu akan tetap ada pembeda antara manusia dengan manusia lainnya. Tentu pembeda itu harus segera disadari dengan diasah dan dioptimalkan. 

Untuk menjadi seorang manusia yang berkualitas, menurut dia harus menjadi sosok manusia yang memiliki kecerdasan. Menurutnya, otak manusia adalah salah satu dari anugerah besar yang diberikan Tuhan. 

"Bagaimana kita mengoptimalkan otak? inilah nanti yang akan membedakan kualitas manusia dengan manusia lainnya. Allah SWT sudah memberikan contoh bahwa pertama kali wahyu yang diberikan kepada nabi Muhammad SAW itu adalah perintah untuk membaca," ujarnya.

Alumni Ponpes Nurul Jadid Paiton ini mengatakan bahwa lima ayat pertama dalam firman Allah (surah Al-Alaq) itu jika diterapkan adalah sesuatu yang luar biasa untuk menanamkan otak manusia. Akan tetapi, menurutnya, ada yang lebih menarik yakni pada ayat ke-19. 

"Allah menyuruh kita untuk bersujud dan mendekat kepadanya. Sebenarnya ini adalah perpaduan dari otak kita, harus kita isi dengan banyak membaca dan hati kita itu harus didekat kepada Allah dengan sedekat-dekatnya dengan cara bersujud. Inilah manusia yang berkualitas, manusia ulul albab, sosok yang mampu mengoptimalkan anggota tubuhnya, otaknya, dan hatinya. Ini dalam bahasa terminologi pendidikan maka dikenal dengan istilah kognitif, efektif, dan psikomotorik," ucapnya.
Dr. Muhammad Yunus, M. Pd saat menyampaikan materinya
Di akhir penyampaian materinya, Yunus mengatakan bahwa jika hari ini ada krisis pendidikan dan NU menawarkan pendidikan ala NU. Maka, menurutnya harus dibangun proses dan cara pandang yang baik. 

"Pendidikan di NU itu adalah proses bagaimana kita mengoptimalkan otak kita, mengoptimalkan hati kita, dan mengoptimalkan anggota tubuh kita. Jika semua bisa kita optimalkan, Insyaallah kita akan menjadi manusia yang ulul albab," pungkasnya. 

Acara ini juga dihadiri oleh Gus Muhammad Al-Fayyadl, Intelektual Muda NU sekaligus Mudir Ma'had Aly Nurul Jadid Paiton, sebagai narasumber kedua.