Ahmad Rifa’i: Kaderisasi PMII Probolinggo Harus Punya Peta, Bukan Sekadar Agenda Rutin

Ahmad Rifa’i, Ketua Umum PC PMII Probolinggo nomor urut 1 (Dok: Indonara)
Probolinggo, Indonara - 
Pembenahan kaderisasi menjadi salah satu perhatian utama calon Ketua Umum PC PMII Probolinggo nomor urut 1, Ahmad Rifa’i. Dalam debat kandidat pertama bertajuk “Potret Kaderisasi dan Langkah Strategis Distribusi Kader PMII Probolinggo ke Depan” di Kantor KPU Kota Probolinggo, Sabtu (05/09/26).

Rifa’i menilai kaderisasi PMII masih membutuhkan pembenahan secara mendasar. Kaderisasi tidak cukup hanya dijalankan melalui kegiatan rutin. Organisasi membutuhkan orientasi yang jelas, rumusan yang terukur, serta pemetaan kader agar proses pengembangan sumber daya manusia dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Fokus kita adalah kaderisasi. Karena dari tahun ke tahun, kaderisasi kita hanya berjalan sekitar 50 persen,” ujar Rifa’i dalam debat pertama.

Ia menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menyangkut kesinambungan kaderisasi antara komisariat dan cabang. Tanpa pemetaan yang jelas, potensi kader dinilai sulit dikembangkan secara maksimal.

“Kita harus mempunyai skema atau peta. Kader harus terpetakan, kader harus terlatih,” tegasnya.

Rifa’i juga mendorong agar kaderisasi PMII diarahkan untuk melahirkan kader yang tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sosial. Ia mengaitkan gagasan tersebut dengan konsep intelektual organik Antonio Gramsci.

Menurutnya, kader PMII harus mampu membaca persoalan masyarakat, membangun gagasan, sekaligus mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan sosial.

“Kaderisasi jangan hanya menghasilkan kader yang aktif di internal organisasi, tetapi juga kader yang mampu mengambil peran di tengah masyarakat,” ujarnya.

Bagi Rifa’i, keberhasilan kaderisasi tidak semestinya diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana. Ukuran utamanya adalah sejauh mana organisasi mampu mencetak kader yang terpetakan, terlatih, memiliki kapasitas intelektual, dan mampu memberikan kontribusi di masyarakat.