![]() |
| Ahmad Rifa’i, Ketua Umum PC PMII Probolinggo nomor urut 1 (Dok: Indonara) |
Gagasan tersebut disampaikan Rifa’i dalam debat kandidat pertama calon Ketua Umum PC PMII Probolinggo bertajuk “Potret Kaderisasi dan Langkah Strategis Distribusi Kader PMII Probolinggo ke Depan” yang berlangsung di Kantor KPU Kota Probolinggo, Sabtu (05/09/26).
Rifa’i menilai organisasi mahasiswa tidak boleh berhenti menjadi ruang berkumpul dan menjalankan kegiatan seremonial. Menurutnya, PMII harus menjadi ruang pembentukan kapasitas yang memberikan keterampilan konkret kepada kader.
Salah satu gagasan yang ditawarkan adalah PISA atau PMII Skill Akademik. Program tersebut diarahkan untuk menjadi ruang pengembangan kemampuan akademik kader, mulai dari penguatan kemampuan berpikir hingga keterampilan yang menunjang kebutuhan akademik.
Selain PISA, Rifa’i juga mendorong pengembangan Sekolah Anggaran dan Sekolah Advokasi. Sekolah Anggaran diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam memahami kebijakan publik dan penganggaran, sementara Sekolah Advokasi diharapkan memperkuat kapasitas kader dalam melakukan kerja-kerja advokasi.
“Organisasi tidak boleh hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi harus menjadi ruang pembentukan kapasitas,” kata Rifa’i.
Ia juga menawarkan program PMII Magang sebagai sarana bagi kader untuk memperoleh pengalaman praktis di luar ruang organisasi. Program tersebut dinilai dapat menjadi jembatan antara pengalaman berorganisasi dengan kebutuhan profesional kader.
Menurut Rifa’i, pengalaman praktis penting agar kader tidak hanya memiliki kemampuan konseptual, tetapi juga mempunyai pengalaman kerja dan jaringan yang dapat mendukung pengembangan diri.
Ia menegaskan setiap program organisasi harus mempunyai tujuan dan indikator keberhasilan yang jelas. Dengan demikian, program tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari desain kaderisasi.
“Orientasi dan rumusan kaderisasi harus jelas. Langkahnya harus konkret,” tegasnya.
