Mahasiswa KKN IAD Probolinggo Bersama Karang Taruna dan Masyarakat Gelar Aksi Bersih-Bersih Sumber Mata Air Jalil

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo bersama Karang Taruna dan masyarakat Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo (Dok: Indonara) 
Probolinggo, Indonara
– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo bersama Karang Taruna dan masyarakat Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, menggelar aksi gotong royong di Sumber Mata Air Jalil pada Minggu (6/9/2026) mulai pukul 07.00 WIB. Kegiatan ini merupakan upaya mahasiswa KKN bersama warga sekitar untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Sumber Mata Air Jalil.

Keberadaan sumber mata air tersebut memerlukan perhatian khusus mengingat perannya yang penting bagi kehidupan masyarakat setempat.

Hasil pengamatan di lokasi menunjukkan adanya sampah plastik, ranting pohon, lumpur, dan lumut yang menumpuk pada beberapa bagian. 

Kondisi tersebut membuat kawasan terlihat kurang terawat dan berpotensi menghambat kelancaran aliran air apabila tidak ditangani secara berkala.

Hal ini kemudian mendorong mahasiswa KKN untuk menginisiasi pembersihan bersama dengan melibatkan Karang Taruna dan masyarakat. Pekerjaan dilakukan pada sejumlah titik, mulai dari pengangkutan sampah hingga pengangkatan lumpur dan pembersihan lumut pada bagian sumber. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat membuat proses pembersihan berlangsung melalui pembagian pekerjaan secara gotong royong.

Penataan tidak berhenti pada bagian sumber mata air. Area di sekitarnya juga mendapat perhatian melalui pengecatan paving taman. Langkah tersebut dilakukan untuk memperbaiki tampilan kawasan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.

Koordinator Desa (Kordes) KKN IAD Probolinggo, Dinda Alifatur Rodziah, menjelaskan bahwa pemilihan Sumber Mata Air Jalil sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada pentingnya keberadaan kawasan tersebut bagi masyarakat.

“Kami ingin membantu menjaga sumber mata air ini agar tetap bersih dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Selain membersihkan sampah, lumpur, dan lumut, kami juga melakukan pengecatan di area taman agar lingkungan sekitar sumber terlihat lebih rapi dan nyaman,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan dapat menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Kehadiran Karang Taruna turut memperkuat keterlibatan pemuda dalam kegiatan sosial di lingkungan setempat, sementara masyarakat berperan langsung dalam proses penataan kawasan yang berada di sekitar tempat tinggal mereka.

Lebih dari sekadar kegiatan bersih-bersih, aksi ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa keberadaan sumber mata air membutuhkan perhatian secara berkelanjutan. Pembersihan dapat memperbaiki kondisi lingkungan dalam jangka pendek, tetapi keberlanjutan manfaatnya tetap bergantung pada kepedulian masyarakat dalam merawat kawasan tersebut setelah kegiatan selesai.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, Karang Taruna, dan masyarakat, Sumber Mata Air Jalil diharapkan dapat terus dipelihara sebagai bagian dari lingkungan yang memiliki manfaat bagi warga Kelurahan Ketapang. Semangat gotong royong yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan bersama dan berkelanjutan.