![]() |
| mahasiswa KKN INHAFI 2026 Kelompok 02 Sumur-Sumur (Dok: Indonara) |
Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN INHAFI 2026 Kelompok 02 Sumur-Sumur. Sebelum menentukan program kerja, mahasiswa terlebih dahulu berdiskusi dengan sejumlah warga untuk mengetahui kebutuhan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Dari komunikasi tersebut, penerangan jalan menjadi salah satu persoalan yang cukup banyak disampaikan warga. Bagi masyarakat, keberadaan lampu penerangan bukan sekadar pelengkap fasilitas jalan, tetapi juga dibutuhkan untuk menunjang keamanan dan kenyamanan, terutama bagi warga yang masih beraktivitas atau bepergian pada malam hari.
Menindaklanjuti kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN melakukan pemasangan penerangan di sejumlah titik jalan yang dinilai masih minim cahaya. Selain lampu penerangan, mahasiswa juga memasang reflektor sebagai penanda tambahan bagi pengguna jalan ketika melintas pada malam hari.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, mahasiswa menyediakan sejumlah perlengkapan, mulai dari tiang lampu, fitting, kabel hingga mangkok lampu. Perlengkapan itu digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan penerangan di titik-titik yang sebelumnya belum mendapatkan pencahayaan secara memadai.
Ketua Kelompok KKN INHAFI 2026 Kelompok 02 Sumur-Sumur, Muhammad Fadzli, mengatakan program tersebut merupakan hasil komunikasi langsung dengan masyarakat.
“Kami berdiskusi dengan beberapa warga dan mendapat masukan bahwa penerangan jalan memang menjadi salah satu kebutuhan yang cukup penting. Dari situ kami mencoba mengambil bagian sesuai dengan kemampuan yang kami miliki. Meskipun sederhana, kami berharap apa yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi warga,” ujarnya.
Menurut Fadzli, kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui program berskala besar. Program yang berangkat dari kebutuhan sehari-hari masyarakat justru dinilai memiliki manfaat yang lebih dekat dengan kehidupan warga.
“Kami tidak ingin program KKN hanya berhenti sebagai kegiatan mahasiswa. Harapannya, apa yang kami kerjakan benar-benar bisa digunakan dan dirasakan masyarakat. Karena itu, kami mencoba melihat persoalan yang ada di lapangan dan mencari hal yang bisa kami bantu,” katanya.
Selain pemasangan lampu penerangan, mahasiswa juga memasang reflektor di beberapa titik yang minim pencahayaan. Reflektor tersebut diharapkan dapat membantu memberikan tanda visual bagi pengendara sehingga kondisi jalan lebih mudah dikenali saat malam hari.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam merespons kebutuhan masyarakat selama menjalankan program pengabdian. Interaksi dan diskusi bersama warga juga menjadi bagian penting dalam menentukan program kerja agar kegiatan yang dilaksanakan tidak sekadar bersifat seremonial.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN INHAFI Kelompok 02 berupaya menghadirkan manfaat sederhana yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Bagi warga yang setiap hari menggunakan jalan tersebut, penerangan bukan hanya soal lampu yang menyala, tetapi juga berkaitan dengan rasa aman ketika harus melakukan perjalanan setelah matahari terbenam.
Program penerangan jalan dan pemasangan reflektor tersebut menjadi bagian dari implementasi tema KKN INHAFI 2026, “Bersama Mengabdi, Wujudkan Desa Berdaya dan Mandiri.”
Mahasiswa berharap fasilitas yang telah dipasang dapat terus dimanfaatkan dan dirawat bersama oleh masyarakat sehingga manfaatnya tetap dirasakan meski masa pelaksanaan KKN telah selesai.
