Jihad Melawan Hawa Nafsu Jadi Pesan Utama Maulid Nabi di Asrama Mahasiswa Unuja

Foto bersama pasca acara peringatan Maulid Nabi di Asrama Mahasiswa Universitas Nurul Jadid

Probolinggo, Indonara – Lembaga Pembinaan Pondok Mahasiswa Universitas Nurul Jadid (Unuja) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Asrama Mahasiswa Pondok Pesantren Nurul Jadid, Rabu (27/8/2025) malam. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh pengurus pesantren, santri, dan civitas akademika Unuja.

Rangkaian acara dipandu oleh Ustadz Moh. Jasri Ahyak. Pembukaannya diawali dengan pembacaan tawasul oleh Ustadz Alif Hidayatullah, dilanjutkan maulid Diba’i oleh santri mahasiswa Unuja, Ustadz Dirga Sani bersama rekan-rekan. Doa maulid dipimpin oleh KH. Ahmad Madarik sebelum tausiah keagamaan disampaikan oleh K. Durry Roiq Najih Muhammad.

Dalam tausiahnya, Kiai Roiq menekankan pentingnya jihad melawan hawa nafsu. "Jihad terbesar itu bukan di medan perang, melainkan jihad melawan diri sendiri dan hawa nafsu," tegasnya.

Menurutnya, hal ini menjadi kunci keberhasilan seorang muslim, terutama generasi muda yang rentan terhadap kelalaian. Dengan memerangi hawa nafsu, jelasnya, seseorang dapat lebih konsisten dalam beribadah, menjaga akhlak, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

Selain itu, Kiai Roiq juga mengingatkan tentang besarnya nikmat iman dan Islam yang merupakan karunia berkat kehadiran Rasulullah SAW. Ia menegaskan, peringatan Maulid Nabi adalah wujud rasa syukur sekaligus bentuk penghormatan terhadap rahmat yang dibawa Nabi Muhammad.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh K. Muhammad Amin Wafie. Melalui peringatan ini, panitia berharap semangat spiritual para santri dan mahasiswa semakin kuat, sekaligus mampu meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.