Berbeda Dengan Jokowi, Kinerja Presiden Prabowo Dinilai Prioritaskan Rakyat

Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat makan malam di Angkringan Omah Semar Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/11/2024). (Foto: Antara)

Jakarta, Indonara - 
Aktivis sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu melalui akun X (Twitter) pribadinya di @msaid_didu menyebut ada perbedaan nyata antara kinerja Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Prabowo Subianto.

"Mulai kelihatan perbedaan nyata. Pertama Presiden Prabowo prioritaskan infrastruktur dasar untuk orang miskin di desa, (sementara) Jokowi prioritaskan infrastruktur untuk orang kaya di kota (seperti) tol, bandara dan lain-lain," kata Said Didu dikutip di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).

Kedua, dia juga menilai Presiden Prabowo bertekad memberantas korupsi sementara Jokowi justru membangun kekuasaan "bersama" pelaku korupsi.

Selanjutnya, Said Didu juga menyatakan bila Presiden Prabowo ingin mengembalikan kedaulatan ekonomi, tetapi Jokowi menyerahkan kedaulatan ekonomi ke oligarki dan asing.

"Keempat, Presiden Prabowo ingin daya gunakan TNI dan Poltri untuk bantu rakyat, (sementara itu), Jokowi daya gunakan TNI/Polri untuk menopang dan membantu kekuasaan dinasti. Semoga ditindaklanjuti dengan langkah nyata," kata Said Didu.

Sebagai informasi, Said Didu mengatakan hal tersebut sambil menyematkan sebuah video yang menampilkan Presiden Prabowo sedang berpidato singkat dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 di Jakarta, Jumat (28/11/2025) yang ditayangkan oleh salah satu televisi nasional.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menunjukkan ekspresi sedih saat video anak-anak yang harus pergi ke sekolah dengan melewati sungai, tanpa adanya jembatan penghubung.

"Koruptor-koruptor lihat ini! Mereka berangkat sekolah basah, sampai sekolah mereka basah, pulang basah. Saudara-saudara akibat itu, video-video ini dikirim langsung ke saya, saya sudah bentuk satuan tugas khusus darurat jembatan," kata Prabowo.

Ia menyebut ada 300.000 jembatan yang perlu dibangun di seluruh pelosok-pelosok yang terpencil di Indonesia.

"Ada yang kecil, ada yang penyeberangan ini sedang kita rancang, anak-anakku sabar, saya sedang bekerja mudah-mudahan tahun depan semua jembatan bisa berdiri," jelasnya.

Presiden Prabowo lantas mengungkapkan akhirnya terpaksa meminta Menteri Dikti mengerahkan semua potensinya termasuk akan melibatkan mahasiswa dari fakultas teknik sipil untuk terjun ke desa-desa membangun jembatan.

Tak hanya itu, Prabowo juga meminta TNI mengerahkan pasukannya membangun jembatan, begitu juga Polri yang diminta menerjunkan kompi Brimobnya.

"Masalah jembatan ini menjadi prioritas karena saya tidak rela anak-anak seperti itu tiap hari mempertaruhkan nyawanya untuk ke sekolah," tegasnya.

Ia menegaskan untuk menyelesaikan masalah ini tidak bisa hanya dengan wacana dan teori, melainkan harus dengan kerja nyata.

"Dan tiap jembatan bagaimanapun butuh sumber daya, butuh uang ini sedang tambah lagi pusing Purbaya. Enggak apa-apa Purbaya, pusingmu mulia untuk rakyat. Aku lihat kau belum botak jadi masih kuat kau," kata Prabowo.

"Bersama-sama kita bangun bangsa kita. Saya minta doamu, saya minta dukunganmu, bantu saya berantas korupsi," sambung dia.