
Landasan Bandara Khusus PT IMIP di Morowali, Sulteng
Jakarta, Indonara - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah (Abduh), menyatakan akan memanggil Polri untuk membahas kejanggalan operasional Bandara PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah. Langkah ini dilakukan menyusul sorotan publik terhadap bandara yang dianggap minim pengawasan aparat negara.
Abduh mengatakan, Polri diminta memaparkan pengalaman dan perspektif terkait Bandara IMIP sesuai peraturan yang berlaku. Hasil pemaparan tersebut akan menjadi dasar DPR menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan membentuk panitia kerja lintas komisi.
"Dari informasi polisi yang diberikan saat rapat nanti, akan ditindaklanjuti, apakah DPR perlu membentuk panitia kerja lintas komisi atau tidak," kata Abduh kepada wartawan, Jumat (28/11/2025).
Politikus DPR itu menegaskan, pengawasan bandara harus serius agar kepentingan ekonomi, sosial, politik, keamanan, dan pertahanan negara tidak terganggu.
"Masalah bandara IMIP ini mesti ditangani dengan sangat serius, kita ingin kedaulatan melalui kepentingan ekonomi, sosial, politik, keamanan dan pertahanan negara tidak terganggu dan dirugikan," tegasnya.
Abduh mendorong Polri untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap Bandara IMIP, terutama karena aktivitas pengawasan dari imigrasi, bea cukai, polisi, dan TNI dianggap tidak berjalan optimal.
"Saya mendorong Polri untuk segera melakukan investigasi terhadap bandara IMIP. Ini untuk memastikan semua aktivitas yang berlangsung di sana sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku," ujarnya.
Menurut Abduh, investigasi tersebut juga bertujuan menelusuri pergerakan barang dan orang, serta menilai potensi ancaman terhadap keamanan dan pertahanan negara.
“Jangan sampai ada gerak barang, gerak orang dan tantangan serta ancaman yang berpotensi atau telah merugikan negara," jelasnya.
Sorotan publik terhadap Bandara IMIP muncul setelah Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengaku heran lantaran bandara itu tidak memiliki petugas Bea Cukai maupun Imigrasi ketika meninjau latihan TNI pada 19 November 2025.
Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), H Kurniawan, menyatakan Bandara IMIP sulit diakses dan operasionalnya mencurigakan.
“Ini aneh. Negara ke mana selama ini? Saya minta diusut tuntas, siapa yang bermain. Jangan tebang pilih,” kata Kurniawan di Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Kurniawan menambahkan, Bandara IMIP telah beroperasi sejak diresmikan Presiden Jokowi pada 2019. Ia mempertanyakan mengapa fasilitas penting itu tidak terpantau aparat negara, termasuk dugaan tidak adanya pelayanan bea cukai maupun imigrasi.
“Negara ke mana selama ini? Saya minta diusut tuntas, siapa yang bermain. Jangan tebang pilih,” ujarnya.