![]() |
Indonara - Musyawarah Kerja
Nasional (Mukernas) BEM PTNU Se-Nusantara tahun 2025 ini menghadirkan sebuah
tema yang memiliki makna strategis dan mendalam: Wujud Nyata Bakti BEM PTNU
untuk Negeri. Tema tersebut mencerminkan tekad mahasiswa Nahdliyyin untuk
mengambil peran aktif dalam menjawab tantangan kebangsaan yang terus
berkembang. Lebih dari sekadar slogan, tema ini menggambarkan arah gerak baru
yang mengedepankan kontribusi konkret, kerja kolektif, serta tanggung jawab
moral terhadap Indonesia.
Sebagai bagian dari
keluarga besar Nahdlatul Ulama, mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama
memiliki warisan tradisi keilmuan dan kebangsaan yang kaya. Spirit cinta tanah
air yang diwariskan para ulama menjadi fondasi bagi gerakan mahasiswa saat ini.
Melalui Mukernas, BEM PTNU mempertegas bahwa pengabdian terhadap negeri lahir
dari kesadaran intelektual dan kepedulian sosial yang terus diasah dalam
lingkungan akademik.
Bakti yang dimaksud
dalam tema tersebut memiliki banyak wujud. Dalam ranah intelektual, BEM PTNU
berperan sebagai jembatan antara gagasan dan kebutuhan masyarakat. Kegiatan
diskusi publik, riset kebijakan, hingga advokasi isu sosial merupakan langkah
strategis yang memperlihatkan keseriusan mahasiswa untuk hadir di ruang-ruang
yang memerlukan suara kritis, jernih, dan solutif. Ketika perguruan tinggi
menjadi pusat pengetahuan, BEM PTNU hadir memastikan bahwa pengetahuan itu
mengalir pada isu yang relevan bagi publik.
Dalam konteks sosial,
gerakan mahasiswa NU selalu identik dengan kepedulian. Aksi kemanusiaan,
pemberdayaan desa, pendampingan masyarakat, serta kampanye literasi menunjukkan
bagaimana mahasiswa tidak hanya hadir di ruang wacana, tetapi juga turun
langsung ke lapangan. Inilah wujud bakti yang menjadi nilai tambah BEM PTNU
dibanding gerakan lainnya: perpaduan antara ilmu, moralitas, dan aksi nyata.
Sementara itu, dalam
bidang kebangsaan, BEM PTNU menegaskan komitmen untuk menjaga nilai moderasi,
toleransi, dan kehidupan bernegara yang harmonis. Keteguhan menjaga nilai-nilai
keindonesiaan menjadi bagian dari tradisi panjang civitas Nahdliyyin yang terus
dirawat hingga kini. Melalui forum Mukernas, komitmen tersebut dipertegas dalam
bentuk program dan rekomendasi strategis yang meneguhkan posisi mahasiswa NU
sebagai pengawal moral bangsa.
Tema “Wujud Nyata Bakti
BEM PTNU” untuk Negeri juga mengingatkan bahwa pengabdian tidak selalu hadir
dalam bentuk program besar. Setiap langkah kecil yang dilandasi keikhlasan dan
ketulusan memiliki dampak tersendiri. Dalam dinamika sosial yang penuh
tantangan, kehadiran mahasiswa sebagai motor perubahan memberikan harapan bahwa
masa depan bangsa ini terus dijaga oleh generasi yang memiliki integritas.
Mukernas menjadi momentum bagi BEM PTNU untuk menyusun agenda masa depan yang lebih visioner, adaptif, dan progresif. Dengan menggabungkan kecakapan intelektual dan semangat pengabdian, mahasiswa PTNU dapat melahirkan gagasan inovatif serta aksi berkelanjutan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Akhirnya, bakti terhadap negeri adalah perjalanan panjang. Tema ini tidak hanya menjadi semboyan Mukernas, tetapi menjadi kompas moral bagi seluruh pengurus BEM PTNU Se-Nusantara dalam menjalankan amanah organisasi. Dengan semangat kolaborasi dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, BEM PTNU siap menghadirkan pengabdian yang memberi arti bagi Indonesia saat ini dan masa depan.
