Sejumlah Aktivis Sosial Akan Reuni dalam Launching dan Bedah Buku “Melampaui Warna Kulit” Karya Gus Dr. Nurul Huda

Sejumlah aktivis sosial dan akademisi dijadwalkan berkumpul dalam acara Launching dan Bedah Buku “Melampaui Warna Kulit: Jejak-Jejak Teologi Anti Rasisme dalam Kristen dan Islam di Indonesia” karya Gus Dr. Nurul Huda, M.Fil.I, Dosen FAI UNUJA. Kegiatan yang digelar oleh Jaringan Intelektual Nahdliyyin (JIN) ini akan berlangsung pada Ahad, 16 November 2025 di Alino Café, Kraksaan, dengan menghadirkan Dr. Achmad Fawaid, M.A., M.A. sebagai pembanding. Acara ini menjadi ruang intelektual untuk meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan dan menolak segala bentuk diskriminasi.

Probolinggo, Indonara - Sejumlah aktivis sosial dan akademisi akan berkumpul dalam acara Launching dan Bedah Buku “Melampaui Warna Kulit: Jejak-Jejak Teologi Anti Rasisme dalam Kristen dan Islam di Indonesia”, karya Gus Dr. Nurul Huda, M.Fil.I, Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Nurul Jadid (UNUJA). Kegiatan ini digelar oleh Jaringan Intelektual Nahdliyyin (JIN) pada Ahad, 16 November 2025, di Café Alino, Kraksaan.

Acara tersebut menjadi momentum reuni bagi para aktivis sosial dan pegiat kemanusiaan untuk memperkuat semangat anti-diskriminasi melalui kajian intelektual. Mengusung semangat sportivitas yang biasa digaungkan di dunia olahraga, forum ini diharapkan menjadi arena gagasan yang mempertemukan nilai keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan.

Buku “Melampaui Warna Kulit” mengulas bagaimana ajaran Islam dan Kristen di Indonesia memiliki dasar teologis yang kokoh dalam menolak segala bentuk rasisme. Melalui pendekatan historis dan riset mendalam, penulis menelusuri perjuangan tokoh-tokoh agama yang berupaya membangun masyarakat setara tanpa memandang warna kulit, etnis, atau latar belakang sosial.

Koordinator Nasional JIN, Lukman Sumardi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat solidaritas kebangsaan melalui jalur pemikiran.

“Kita ingin membawa semangat sportivitas, di mana semua manusia memiliki kesempatan yang sama ke dalam ruang sosial dan teologis. Rasisme adalah pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan dan spiritualitas kita,” ujarnya.

Beberapa narasumber yang akan hadir antara lain Gus Dr. Nurul Huda, M.Fil.I selaku penulis buku, serta Dr. Achmad Fawaid, M.A, M.A, peneliti dan pemerhati sosial yang akan memberikan pandangan akademis mengenai isu keberagaman dan perjuangan melawan diskriminasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh para aktivis sosial dan kemanusiaan dari berbagai daerah. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang dialektika yang menumbuhkan kesadaran kolektif untuk membangun kebersamaan tanpa sekat warna kulit maupun golongan.

Melalui kegiatan ini, Jaringan Intelektual Nahdliyyin menegaskan komitmennya dalam menyalakan kembali semangat anti-rasisme di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Probolinggo, sebagai bagian dari ikhtiar membangun peradaban yang berkeadilan dan berperikemanusiaan.