Jakarta, Indonara - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mendorong pemerintah segera menelusuri asal-usul gelondongan kayu yang terseret banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera. Ia menilai penting memastikan apakah material kayu tersebut murni akibat longsoran alami atau justru berasal dari aktivitas pembabatan hutan.
“Apakah itu murni dari terjadinya longsor dan banjir bandang itu, atau memang ada upaya pembabat atau ada kegiatan pembabatan lahan dan hutan di atas sana,” ujar Lasarus kepada wartawan, dikutip Selasa (2/12/2025).
Menurutnya, penelusuran bisa dilakukan dengan cepat melalui perbandingan citra udara sebelum dan sesudah kejadian.
“Itu bisa diselidiki kok, bisa kelihatan. Sekarang gampang banget. After-before-nya, sebelum dan sesudahnya kita lihat aja Google Maps, foto udaranya. Ketahuan kok, gampang itu. Tinggal ada good will enggak dari pemerintah untuk menuntaskan persoalan ini, mencari sumbu masalah utamanya di mana,” tegasnya.
Lasarus juga menyoroti aspek kerusakan lingkungan yang diduga memperparah dampak bencana. Ia mengakui hujan ekstrem menjadi pemicu awal, namun menilai faktor lain harus ditelusuri.
“Kalau pernah dan tidak terjadi banjir bandang, berarti titik lemahnya kan kerusakan lingkungan, gitu loh. Kerusakan lingkungan ini kita mesti cek sejauh mana, kalau memang ada, siapa yang bertanggung jawab, diurai gitu semua sampai tuntas,” jelasnya.
Di sisi lain, pihaknya mendorong pemerintah menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional jika status tersebut dapat mempercepat mitigasi dan penanganan.
“Ya kita mendorong apa pun lah langkah diambil oleh pemerintah, kami cuma meminta supaya penanganan itu cepat, ya. Dilaksanakan terkait dengan mitigasi bencana ini,” pungkasnya.
