
Pelantikan Pengurus Komisariat STIA Bayuangga Probolinggo
Indonara, Probolinggo - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (PK PMII STIA) Bayuangga menggelar pelantikan dan sarasehan bertajuk “Recruitment Kepemilikan dan Kesolidaritan sebagai Pondasi Mentalitas Kader” di Aula Dinas Pendidikan Kota Probolinggo, Kamis (25/12/25).
Ketua Komisariat PMII STIA Bayuangga, Alfin Dwi Andriyanto, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih sebagai refleksi atas tantangan kaderisasi yang dihadapi PMII ke depan. Ia menekankan pentingnya membangun rasa memiliki dan solidaritas kader sejak awal proses berorganisasi.
“Rekrutmen kader tidak cukup hanya mengajak masuk PMII, tetapi harus menanamkan rasa memiliki terhadap organisasi. Dari rasa memiliki itu akan tumbuh solidaritas, dan dari solidaritas lahir mentalitas kader yang siap berproses dan berjuang,” ujarnya.
Menurutnya, mentalitas kader yang kuat hanya dapat dibentuk melalui proses yang berkelanjutan, konsisten, dan berlandaskan nilai-nilai PMII. Ia berharap kepengurusan yang baru dilantik mampu menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengabdian bagi seluruh kader.
Sementara itu, Aulia Wahyu Alfiantama, Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) STIA Bayuangga, menekankan pentingnya pendampingan yang serius dalam proses kaderisasi. Ia menilai bahwa komisariat tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dan sinergi dengan komisariat lain.
“Secara pendampingan, kader harus benar-benar diperhatikan dan dibantu. Komisariat lain juga perlu ikut membersamai agar proses kaderisasi ini berjalan maksimal dan saling menguatkan,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Yazid Khoiri, Sekretaris Mabincab PC PMII Probolinggo, mengingatkan seluruh kader agar tidak setengah-setengah dalam berproses di PMII. Ia menegaskan bahwa organisasi ini merupakan ruang pembentukan karakter dan kemandirian kader.
“Jangan setengah-setengah dalam berproses. PMII mengajarkan kader-kadernya untuk berdiri sendiri dalam organisasi, berani mengambil sikap, dan bertanggung jawab atas pilihannya,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses kaderisasi harus dimaknai sebagai jalan pembelajaran yang akan menempa kader menjadi pribadi yang matang secara intelektual maupun organisatoris.
Sementara itu, Abu Amar, Majelis Pembina PC PMII Probolinggo (Mabincab), memberikan refleksi tentang makna proses dalam organisasi. Ia menyampaikan bahwa dinamika yang pernah terjadi harus dijadikan pelajaran untuk melangkah lebih baik ke depan.
“Sesuatu yang mati lalu hidup kembali akan memberikan nuansa yang baik. Ke depan, prosesnya harus lebih baik lagi, karena proseslah yang menentukan hasil,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kader PMII tidak perlu ragu dalam berproses di organisasi.
“Berproses di PMII jangan ragu. Tidak akan menjadi pengkhianat, karena yang berkhianat itu orangnya, bukan proses organisasinya,” tambahnya.
Di akhir acara, Dedi Bayuangga, Ketua Umum PC PMII Probolinggo, menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan antar pengurus di tingkat komisariat. Menurutnya, kekompakan internal menjadi kunci agar seluruh program kerja dapat berjalan dengan baik di setiap bidang.
“Harmoni antar pengurus harus dijaga. Dengan kebersamaan, setiap bidang bisa menjalankan program kerjanya secara optimal dan berkelanjutan,” tutupnya.