SMK Go Global Siap Meluncur: Cak Imin Lepas Peserta Gelombang Pertama Desember Ini

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Bandung, Indonara - 
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memastikan keberangkatan perdana peserta program SMK Go Global dimulai pada minggu kedua Desember 2025.

Ia menegaskan seluruh peserta gelombang pertama telah dipersiapkan secara matang, baik dari sisi pelatihan maupun kelengkapan prosedural.

“Sudah akan ada yang diberangkatkan dari program yang sudah disiapkan oleh kementerian P2MI. Latihannya sudah siap, prosedur bekerja di luar negeri sudah siap. Kick-off percontohan yang akan diberangkatkan minggu ke-2 Desember," kata Cak Imin dalam keterangannya pada acara Workshop Kepala Sekolah SMK untuk Program SMK Go Global di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (01/12/2025).

Peserta yang akan dilepas berasal dari berbagai bidang keterampilan. Setidaknya ada 17 sektor yang menjadi tujuan utama penempatan para tenaga terampil tersebut.

“Macam-macam, lebih dari 17 bidang. Mulai welder, hospitality, caregiver, kesehatan, kemudian supir, alat-alat teknologi," ucapnya.

Cak Imin menilai program SMK Go Global menjadi langkah cepat untuk menjawab permintaan besar tenaga kerja terampil dari luar negeri sekaligus menekan angka pengangguran di tanah air.

“SMK Global ini menjadi solusi yang cepat dan tepat. Karena ada peluang yang terbuka, lapangan kerja besar, jumlahnya dan penghasilan yang memberikan harapan. Di sisi yang lain, ada anak-anak muda lulusan SMK yang tinggal meng-upgrade sedikit untuk bisa siap berangkat di luar negeri," jelas Cak Imin.

Ia menambahkan peluang penempatan akan terus diperluas tahun ini dan berlanjut pada periode berikutnya. Pihak swasta yang terlibat juga diminta meningkatkan standar kualitas agar program berjalan lebih optimal.

“Sehingga SMK Global betul-betul solusi cepat menanggulangi pengangguran dan peningkatan. Yang terakhir, kita juga ingin semua swasta yang terlibat juga melakukan upaya-upaya peningkatan mutu dan kualitas," ujarnya.

Pemerintah, sambungnya, telah mengharmonisasi langkah antar kementerian untuk memastikan program ini bisa dikebut. “Dalam waktu singkat kita akan dorong percepatan memperbanyak dua. Yang pertama, skill bahasa bagi yang skill kompetensinya sudah terpenuhi, sertifikasinya," pungkasnya.