Update Terbaru BPBD: 261 Rumah Rusak Diterjang Banjir Bandang di Aceh Barat, 45 Rusak Berat

Sejumlah bangunan rusak pascabanjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (4/12/2025). Berdasarkan data Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh pada Selasa (2/12) sebanyak 1.452.185 jiwa terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda 3.310 desa di 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. (Foto: Antara)

Indonara - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat merilis data terbaru terkait banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Rabu (26/11). Sebanyak 261 unit rumah warga di lima kecamatan tercatat mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.

“Ratusan unit rumah warga yang rusak ini bervariasi, mulai dari rusak berat, rusak sedang hingga rusak ringan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronal Nehdiansyah di Meulaboh, Sabtu (6/12/2025).

BPBD merinci kerusakan itu meliputi 45 unit rumah rusak berat, 102 unit rusak sedang, dan 114 unit rusak ringan. Sebagian besar kerusakan ditemukan di Kecamatan Pante Ceureumen, meliputi Desa Jambak dengan enam rumah rusak berat dan 17 rusak sedang; Desa Canggai dengan tujuh rumah rusak berat serta 28 rusak ringan; dan Desa Lango dengan lima unit rusak berat dan satu rusak ringan.

Di Desa Lawet, sembilan unit rumah terdata rusak berat dan 34 unit rusak sedang, sementara di Pulo Teungoh terdapat satu rumah rusak berat dan 45 unit rusak sedang. Desa Sikundo mencatat lima unit rusak berat, tiga rusak sedang, dan 10 rusak ringan. Adapun Desa Keutambang mencatat satu rumah rusak sedang.

Kerusakan juga tersebar di kecamatan lainnya. Di Woyla Timur, Desa Pasie Ara mencatat 60 rumah rusak ringan. Kecamatan Sungai Mas melaporkan dua rumah rusak berat dan satu rusak ringan di Desa Lancong, serta satu unit rusak berat dan satu rusak ringan di Desa Tungkop. Di Kecamatan Arongan Lambalek terdapat 15 rumah rusak ringan, sementara di Desa Meutulang, Kecamatan Panton Reue, delapan rumah rusak berat.

Teuku Ronal menambahkan, BPBD Aceh Barat masih melakukan penanganan lanjutan di lapangan. Upaya bantuan logistik dan pembukaan akses ke wilayah terdampak terus dilakukan mengingat beberapa titik masih terisolasi akibat banjir bandang.