![]() |
| Hj. Dini Rahmania, Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI). |
Probolinggo, Indonara - Anggota MPR RI Fraksi Partai NasDem, Dini Rahmania, menegaskan pentingnya peran ibu dan perempuan dalam pendidikan anak pada kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang berlangsung pukul 14.00 WIB di Aula Pondok Pesantren HATI, Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (10/02/26).
Kegiatan yang dihadiri oleh struktur Gerakan Wanita (Garnita), guru madrasah, serta berbagai elemen perempuan ini berlangsung interaktif. Dalam paparannya, Dini mengaitkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dengan peran keluarga, khususnya ibu, sebagai benteng pertama dalam pembentukan karakter generasi bangsa.
Dini menjelaskan bahwa pendidikan anak tidak hanya dimulai di sekolah, tetapi berakar kuat dari rumah. Menurutnya, ibu memiliki posisi strategis sebagai pendidik pertama yang menanamkan nilai moral, kejujuran, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap bangsa dan agama.
“Kualitas bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana perempuan mendidik anak-anaknya hari ini,” jelasnya.
Secara tidak langsung, Dini menekankan bahwa pemberdayaan perempuan dalam aspek pendidikan, sosial, dan ekonomi akan berdampak langsung pada kualitas tumbuh kembang anak. Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai 4 Pilar MPR RI harus hidup dalam praktik pendidikan keluarga, bukan sekadar menjadi wacana formal.
Dalam sesi dialog, Dini menyampaikan secara langsung bahwa peran ibu tidak bisa tergantikan oleh siapa pun. “Sekolah memang penting, tetapi fondasi karakter anak tetap dibangun dari rumah, melalui sentuhan dan keteladanan seorang ibu,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran guru madrasah dan organisasi perempuan seperti Garnita yang dinilai berkontribusi besar dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai kebangsaan dan keagamaan.
Di akhir kegiatan, Dini kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada perempuan dan keluarga. “Jika kita ingin melahirkan generasi yang kuat, berakhlak, dan cinta tanah air, maka kita harus memuliakan dan memperkuat peran ibu dalam mendidik anak-anak bangsa,” tutupnya.
