Probolinggo, Indonara - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Partai NasDem,
Hj. Sumarmi Rasit, SE, turun langsung meninjau lokasi longsor di Desa
Sumbercenteng, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, yang mengakibatkan
ambruknya jalan penghubung antara Kecamatan Kotaanyar dan Pakuniran. Kerusakan
tersebut terjadi pada bagian jembatan atau tampolong yang jebol akibat tergerus
tanah, sehingga akses utama antar kecamatan tidak dapat dilalui secara normal.
Sumarmi menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan salah satu jalur
strategis yang setiap hari digunakan masyarakat untuk berbagai kepentingan,
mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan, sehingga
dampaknya sangat dirasakan oleh warga.
“Ini bukan sekadar jalan desa biasa, tetapi akses vital yang
menghubungkan dua kecamatan. Setiap hari masyarakat melintasi jalur ini untuk
bekerja, berdagang, dan mengangkut hasil pertanian,” ucapnya saat berada di
lokasi.
Ia menilai, kerusakan infrastruktur tersebut tidak hanya menghambat
mobilitas, tetapi juga berpotensi menurunkan pendapatan warga yang bergantung
pada kelancaran distribusi barang dan jasa. Kondisi itu, menurutnya, harus
segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar tidak
berlarut-larut dan merugikan masyarakat.
“Kondisi ini tentu berdampak langsung terhadap roda perekonomian
warga. Jika dibiarkan terlalu lama, kerugian masyarakat akan semakin besar,”
tegasnya.
Dalam kunjungannya, Sumarmi juga berdialog dengan sejumlah warga
yang mengeluhkan sulitnya akses transportasi sejak jalan tersebut ambruk. Warga
terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu, bahkan
sebagian harus menunda aktivitas karena keterbatasan akses kendaraan.
“Kami berharap ada langkah cepat dari pemerintah. Minimal ada
penanganan darurat dulu agar kendaraan roda dua maupun roda empat bisa melintas
dengan aman,” katanya.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Probolinggo agar segera melakukan
kajian teknis dan mengalokasikan anggaran perbaikan, baik melalui perubahan
anggaran maupun skema darurat, sehingga proses penanganan dapat segera
direalisasikan.
“Penanganan tidak boleh lambat. Harus ada solusi jangka pendek
untuk membuka akses sementara, sekaligus perencanaan perbaikan permanen yang
lebih kokoh agar kejadian serupa tidak terulang,” ungkap Sumarmi.
Menurutnya, aspek keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas
utama dalam pembangunan infrastruktur, terutama pada jalur yang memiliki
tingkat mobilitas tinggi. Ia memastikan DPRD akan mengawal proses penanganan
tersebut hingga tuntas agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara
normal.
“Kami di DPRD akan terus mengawasi dan memastikan perbaikan ini
benar-benar direalisasikan. Kepentingan dan keselamatan masyarakat harus
diutamakan,” pungkasnya.
