Kader PMII Probolinggo Menguat di Level Wilayah, 10 Nama Resmi Dilantik di PKC PMII Jatim 2026-2028

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur masa khidmat 2026-2028 asal kader PMII Probolinggo yang dilantik bersama kader aktif PMII Probolinggo.
Surabaya, Indonara - Sebanyak sepuluh kader PC PMII Probolinggo resmi dilantik dalam kepengurusan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur masa khidmat 2026-2028 bertajuk “Konfigurasi PMII Jawa Timur Menuju Organisasi Berkarya dan Berdaya” yang bertempat di Asrama Haji Surabaya, pada Sabtu (14/02/26) malam.

Adapun sepuluh kader yang dilantik, yakni Abdur Rozak, Abdur Rahmad, Badrul Nurul Hisyam, Ahmad Rifa'i, Ahmad Syaifuddin, Ahmadi, Dendi Junaidi, Dedi Bayu Angga, Zairotul Hasanah, dan Arina Rosada NM. Kehadiran mereka di level wilayah dinilai sebagai bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar untuk membawa semangat gerakan Probolinggo ke panggung Jawa Timur.

Abdur Rozak, mantan Ketua Umum PC PMII Probolinggo 2024-2025 yang kini menjabat Sekretaris Umum PKC PMII Jawa Timur, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda administratif organisasi.

“Pelantikan ini bukan soal jabatan, tetapi soal keberanian mengambil tanggung jawab sejarah. Kader Probolinggo harus hadir membawa gagasan, bukan hanya nama. Kita ingin memastikan bahwa setiap posisi yang diamanahkan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat,” tegas mantan Ketua Pengurus Komisariat PMII Universitas Nurul Jadid itu.

Menurut Rozak, keterlibatan kader di tingkat wilayah harus dimaknai sebagai ruang perjuangan yang lebih luas untuk mengartikulasikan kepentingan daerah. Ia mendorong agar kader PMII tidak berhenti pada simbol representasi, melainkan tampil sebagai motor penggerak perubahan.

“Kita tidak boleh puas hanya karena berada di struktur wilayah. Tantangannya adalah bagaimana melahirkan pemikiran yang solutif, menyentuh isu kemiskinan, pendidikan, hingga penguatan sumber daya manusia di Probolinggo. Jabatan harus melahirkan kebermanfaatan,” ucapnya.

Rozak juga menekankan pentingnya menjaga idealisme gerakan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Ia berharap sinergi antara kader di tingkat cabang dan wilayah semakin solid, sehingga arah program organisasi tetap sejalan dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi penanda semakin menguatnya kontribusi kader PMII Probolinggo di level Jawa Timur. Dengan komposisi kader yang kini berada di struktur wilayah, tantangan berikutnya adalah membuktikan kapasitas intelektual, integritas moral, serta komitmen gerakan dalam merawat tradisi kritis dan keberpihakan pada masyarakat,” tutupnya.