![]() |
| Masyarakat sangat antusias memadati Pasar Dringu bersama Dini Rahmania, Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem dari Dapil Probolinggo-Pasuruan. |
Probolinggo, Indonara - Udara pagi di kawasan Dringu, Kabupaten Probolinggo, masih terasa dingin saat jarum jam menunjukkan pukul 06.00 WIB, Rabu (04/03/26). Namun, suasana di pelataran Pasar Dringu mendadak hangat dan riuh. Ratusan langkah kaki terdengar seirama, mengikuti sosok perempuan yang berjalan penuh semangat menyusuri lorong-lorong pasar. Ia adalah Dini Rahmania, Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem dari Dapil Probolinggo-Pasuruan.
Kehadiran Dini pagi itu bukan sekadar kunjungan kerja formal. Ia datang membawa ratusan "pasukan" belanja yang terdiri, mulai dari kader Partai NasDem, kelompok ibu-ibu, hingga elemen masyarakat Probolinggo lainnya. Ini adalah aksi "Belanja Bareng" kedua yang diinisiasi Dini setelah sebelumnya sukses menggerakkan ekonomi di Pasar Paiton.
Bagi para pedagang pasar tradisional, bulan Ramadan sering kali menjadi tantangan tersendiri. Meski harga kebutuhan pokok fluktuatif, jumlah pembeli di pagi hari biasanya cenderung menurun drastis dibandingkan hari-hari biasa. Fenomena inilah yang ditangkap oleh Dini sebagai momentum untuk melakukan intervensi ekonomi secara langsung.
Dini memulai blusukannya dengan berjalan kaki dari depan Kantor Kecamatan Dringu menuju area pasar. Tanpa sekat, ia berpindah dari satu lapak ke lapak lainnya. Mulai dari pedagang sayur-mayur yang masih basah oleh embun, penjual buah-buahan segar, hingga area pemotongan daging dan ikan tak luput dari kunjungannya.
"Kami sengaja menggerakkan seluruh kader dan mengajak masyarakat untuk meramaikan pasar. Tujuannya jelas, kita ingin memastikan roda ekonomi pedagang kecil tetap berputar stabil meski di tengah suasana Ramadan yang biasanya agak sepi di jam-jam tertentu," kata Ketua DPD Partai NasDem Kab. Probolinggo itu, kepada Indonara di sela-sela aktivitasnya memilah belanjaan.
Ratusan orang yang dibawa Dini tidak hanya sekadar mengiringi, tetapi benar-benar melakukan aksi borong. Tas-tas belanjaan mulai terisi penuh dengan aneka kebutuhan pokok. Inisiatif ini merupakan strategi cerdas untuk memastikan bahwa meski kondisi pasar secara umum sedang sepi, para pedagang di Pasar Dringu tetap mendapatkan omzet yang signifikan.
Di balik transaksi jual beli tersebut, terjalin dialog-dialog humanis. Dini tampak beberapa kali berhenti cukup lama di sebuah lapak hanya untuk mendengarkan keluh kesah pedagang. Senyum sumringah terpancar dari wajah para pelapak yang dagangannya ludes diborong dalam waktu singkat.
Dini menjelaskan bahwa jika pasar semakin ramai, maka secara otomatis sirkulasi uang akan bergerak lebih cepat. Hal inilah yang menjadi alasan mendasar mengapa ia secara masif menggerakkan kader partai untuk terjun langsung ke pasar-pasar tradisional.
“Tadi saya sempat tanya-tanya ke pedagang, mereka mengakui kalau sejak awal Ramadan ini pembeli agak sepi di pagi hari. Alhamdulillah, suasana jadi jauh lebih hidup dan ramai sejak bapak-ibu kader Partai NasDem serta masyarakat datang berbelanja bersama hari ini,” imbuh Dini dengan nada syukur.
Aksi belanja bersama ini menjadi bukti bahwa peran legislator tidak hanya terbatas pada meja-meja sidang di Senayan, tetapi juga hadir di tengah pasar yang becek sekalipun untuk memastikan perut rakyat tetap aman dan dapur pedagang tetap mengepul. Dini berharap gerakan ini bisa menginspirasi pihak lain untuk lebih peduli pada keberlangsungan pasar tradisional di tengah gempuran pasar modern maupun kondisi musiman seperti Ramadan.
Sebagai penutup perbincangannya dengan Indonara, Dini Rahmania menegaskan komitmennya untuk terus mengawal denyut nadi ekonomi masyarakat bawah melalui aksi-aksi nyata yang menyentuh langsung akar rumput.
“Harapan saya sederhana, saya ingin pedagang tersenyum kembali. Kita ingin memastikan bahwa di bulan yang penuh berkah ini, keberkahan itu juga dirasakan secara ekonomi oleh para pedagang kecil kita. Jika pasar ramai, ekonomi berputar, maka kesejahteraan masyarakat Probolinggo pun akan ikut terangkat secara bertahap,” pungkas Dini menutup pembicaraan.
