Bau Limbah Ayam Resahkan Warga, Pembina Forum Komunikasi Pemuda Desa Bunten Barat Tawarkan Solusi Biogas Dan Pupuk Organik

Sampang, Indonara – Keluhan warga Desa Bunten Barat terkait bau menyengat dari limbah kotoran ayam kian menguat. Meski telah disediakan tempat penampungan khusus, aroma tak sedap masih tercium dan dinilai mengganggu kenyamanan serta kesehatan lingkungan masyarakat.

Persoalan ini mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk Abd. Rohman yang menegaskan bahwa masalah tersebut tidak boleh dianggap sepele dan harus segera dicarikan solusi nyata.

“Ini bukan sekadar bau, ini soal kenyamanan hidup masyarakat. Harus ada langkah nyata, bukan sekadar penanganan setengah hati. DLH dan pemerintah terkait juga harus hadir memberi solusi konkret,” tegasnya.

Di tengah keluhan yang terus bermunculan, Rohman mengaku prihatin atas kondisi tersebut. Ia pun menggagas solusi pengolahan limbah kotoran ayam menjadi biogas dan pupuk organik, sebagai langkah strategis yang tidak hanya mengurangi dampak pencemaran, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan prinsip Pengelolaan Limbah modern, di mana limbah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan.

“Kalau dikelola dengan benar, bau bisa diminimalisir, masyarakat menjadi nyaman, dan ada manfaat ekonomi yang bisa dirasakan. Ini solusi nyata, bukan sekadar wacana,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan pencemaran lingkungan memiliki dasar hukum yang jelas, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2009, sehingga penanganannya harus dilakukan secara serius dan terukur.

Lebih lanjut, Rohman mendorong adanya kolaborasi antara warga, pengelola ternak, pemerintah desa, hingga dinas terkait agar program pengolahan biogas tersebut dapat direalisasikan dan tidak berhenti sebatas wacana.

“Jangan sampai masyarakat terus mengeluh, sementara solusi di depan mata justru diabaikan. Ini momentum untuk berubah,” pungkasnya.

Dengan sinergi semua pihak, Desa Bunten Barat dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi contoh desa inovatif dalam mengelola limbah secara produktif dan ramah lingkungan.