Gerakan Peduli Lingkungan dan Kesehatan Warnai Pengabdian Masyarakat Terpadu di Paiton

Founder Komunitas Jenggala, Ning Umi Haniah saat memberikan sambutan pada acara Pengabdian Masyarakat Terpadu di Pantai Karanganom, Paiton
Probolinggo, Indonara - Kegiatan Pengabdian Masyarakat Terpadu digelar di kawasan Pantai Karanganom, Paiton, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan berbagai program sosial, mulai dari aksi bersih pantai, pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia, hingga penukaran sampah dengan sembako.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini menjadi bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong kesadaran lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

Founder Komunitas Jenggala, Ning Umi Haniah, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari dua tujuan utama, yakni pengenalan dan edukasi lingkungan kepada masyarakat.

“Tujuan dari adanya program ini, pertama pengenalan. Yang kedua adalah edukasi lingkungan. Kita mengenalkan kepada masyarakat bahwa tidak hanya untuk tidak membuang sampah sembarangan, tapi mulai sekarang memilah sampahnya dari rumah untuk mengurangi beban sampah di TPS,” ujarnya.

Ia menyoroti kondisi masyarakat pesisir yang belum memiliki akses optimal terhadap tempat pembuangan sampah, sehingga praktik pembuangan di pinggir jalan masih kerap terjadi.

“Di masyarakat pesisir ini tidak ada pembuangan sampah ke TPS, jadi banyak yang dibuang di pinggir jalan dan itu kurang sedap dipandang,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap ada perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

“Harapan saya, di Desa Karanganyar ini pengelolaan sampahnya lebih baik, sampah tidak dibuang di pinggir jalan, dan masyarakatnya lebih bersih, lebih sehat. Karena lingkungan yang bersih tentu membuat masyarakat lebih sehat,” katanya.

Kegiatan ini juga mengusung tema lingkungan bersih dan masyarakat sehat, sejalan dengan kolaborasi bersama pihak klinik.

“Karena ini acara kolaborasi dengan klinik, maka mengusung masyarakat lingkungan bersih, masyarakat sehat. Kalau lingkungannya bersih tentu masyarakatnya lebih sehat. Kalau kotor, banyak nyamuk dan penyakit,” jelasnya.

Salah satu kegiatan utama adalah aksi bersih-bersih pantai yang dijadikan sebagai sarana edukasi langsung kepada masyarakat.

“Pembersihan sampah di pantai ini bentuk edukasi. Jadi kalau di tempat umum bisa bersih, tentunya di rumah juga bisa. Kita mengajak masyarakat untuk mulai dari tempat umum dulu, dengan harapan nanti terbiasa memilah sampah di rumah,” ungkap Ning Hani.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Klinik Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid, Jenggala, PT ISS PLTU, Puskesmas Paiton, serta kader PKK Desa Karanganyar.

Selain aksi lingkungan, kegiatan ini juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat, khususnya lansia, yang disertai pembagian sembako.

“Gratis, full gratis. Mereka hanya datang, memeriksa kesehatan, dan pulang juga dapat sembako, meskipun jumlahnya terbatas,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan taraf kesehatan, terutama di kawasan pesisir.