![]() |
| Dok. Indonara. |
Probolinggo, Indonara - Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, kembali menggelar kegiatan rutin bulanan sebagai ruang konsolidasi organisasi sekaligus mempererat silaturahmi antarkader, yang bertempat di Musala Himmah Al-Juhariyah, Minggu (19/07/26) malam.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Tegalsiwalan, Muzammil, menegaskan bahwa kegiatan rutin bulanan memiliki arti penting dalam menjaga kesinambungan gerakan organisasi. Menurutnya, forum seperti ini menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi, menyatukan langkah, serta memperkokoh komitmen kader dalam mengemban amanah organisasi.
Muzammil mengajak seluruh kader agar terus memelihara semangat berorganisasi. Ia menilai semangat tersebut menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkembang di tengah masyarakat. Organisasi yang kuat, kata dia, lahir dari kader yang memiliki dedikasi, tanggung jawab, dan kesediaan untuk terus belajar serta mengembangkan kapasitas diri.
"Semangat berorganisasi perlu terus dijaga karena Ansor merupakan ruang pengabdian yang membentuk karakter, memperluas pengalaman, dan melahirkan kader yang siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat. Melalui semangat yang terus terpelihara, setiap program organisasi dapat dijalankan secara konsisten dan memberikan manfaat yang lebih luas," katanya.
Kemudian, ia juga mengingatkan bahwa kekuatan organisasi bertumpu pada persatuan seluruh kader. Oleh karena itu, setiap anggota diajak menjaga kebersamaan, memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi, serta mengedepankan kepentingan bersama dalam setiap langkah perjuangan.
"Ansor tetap satu barisan. Kebersamaan tersebut perlu terus dirawat agar organisasi semakin kokoh dalam menjalankan pengabdian. Ketika seluruh kader berjalan dalam satu tujuan, setiap tantangan dapat dihadapi dengan semangat gotong royong dan rasa saling memiliki," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Fraksi PDI Perjuangan, Arief Hidayat yang akrab disapa Cak Dayat, memberikan motivasi kepada seluruh kader GP Ansor agar terus menjaga tradisi khidmah kepada Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, pengabdian kepada NU merupakan bagian dari ikhtiar menjaga nilai-nilai perjuangan para ulama yang telah memberikan kontribusi besar bagi agama, bangsa, dan negara.
Cak Dayat menyampaikan bahwa perjalanan panjang NU dibangun melalui keteladanan para kiai dan ulama yang mengabdikan hidupnya untuk kemaslahatan umat. Oleh karena itu, kader Ansor perlu meneruskan perjuangan tersebut melalui kerja nyata, akhlak yang baik, dan pengabdian yang dilakukan secara istiqamah.
"Teruslah berkhidmat kepada NU. Dalam setiap pengabdian terdapat doa para ulama yang menjadi kekuatan bagi perjalanan kader. Nilai-nilai yang diwariskan para masyayikh perlu terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat luas," tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan Ansor harus mampu dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Organisasi kepemudaan, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk hadir dalam berbagai persoalan sosial, membantu warga yang membutuhkan, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi lingkungan sekitar.
Baginya, pengabdian tidak berhenti pada kegiatan internal organisasi. Kehadiran kader di tengah masyarakat menjadi ukuran penting keberhasilan organisasi dalam menjalankan fungsi sosial dan keagamaan. Melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, pelayanan sosial, serta pendampingan terhadap warga, Ansor dapat memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas manfaat organisasi.
"Ansor harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Kehadiran tersebut diwujudkan melalui kepedulian, pelayanan, serta kesediaan membantu warga yang membutuhkan. Organisasi akan semakin kuat ketika manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut, Cak Dayat mengajak seluruh kader untuk memperluas relasi dan membangun jejaring dengan berbagai kalangan. Menurutnya, kemampuan membangun komunikasi dan kerja sama akan membuka banyak peluang bagi kader untuk berkembang, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam berbagai sektor kehidupan.
Ia menjelaskan bahwa relasi yang luas akan memudahkan kader dalam membangun kolaborasi bersama pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga komunitas kepemudaan. Sinergi tersebut dinilai mampu mempercepat pelaksanaan berbagai program yang berdampak langsung kepada masyarakat.
"Bangunlah relasi seluas-luasnya. Jejaring yang kuat akan memperkaya pengalaman, memperluas kesempatan mengabdi, serta menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat. Kader Ansor perlu menjadi pribadi yang terbuka, komunikatif, dan mampu membangun kepercayaan dengan berbagai pihak," harapnya.
